Wawasan Umum

6 Hambatan dan Permasalahan Pengiriman Barang yang Bisa Terjadi

Jasa ekspedisi yang terpercaya bisa membantu mengirimkan barang dengan aman, tarif murah, dan bergaransi. Dengan jasa ini pula, maka berbagai hambatan dan permasalahan pengiriman barang bisa diatasi dengan solusi yang efektif. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menemukan jasa yang profesional dan sudah berpengalaman di bidangnya. Kargo Murah bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Namun, sebelum menggunakan jasa ekspedisi, perlu Anda ketahui apa saja hambatan yang bisa muncul selama pengiriman barang.

1. Pengiriman Barang Lebih Lama dari Estimasi Waktu yang Diberikan

masalah kirim paket

Mengirimkan barang ke alamat tujuan dengan tepat waktu adalah salah satu bentuk tanggung jawab dari jasa ekspedisi yang profesional. Namun ada kalanya, jasa ini mengalami keterlambatan pengiriman dan lebih lama dari waktu yang diperkirakan.

Jika hal ini terjadi, bisa jadi bukan karena kurangnya profesionalitas dari jasa yang bersangkutan. Beberapa hal bisa mendasarinya. Salah satunya karena kurang lengkapnya alamat tujuan yang ditulis.

Jika hal tersebut terjadi, maka kurir akan kesulitan untuk menemukan alamat rumah. Penyebab lainnya adalah karena tidak mencantumkan nomor telepon pengirim maupun penerima. Jika kurir tidak bisa menemukan alamat rumah, bisa jadi paket akan dikembalikan kepada pengirim.

2. Terjadi Kerusakan pada Barang Yang Dikirim

hambatan pengiriman barang

Saat pengiriman dilakukan, bisa jadi barang rusak tanpa sengaja. Hal ini bisa terjadi karena berbagai hal. Salah satunya karena packing yang tidak sesuai dengan standar. Penyebab lainnya adalah karena barang tertindih dengan barang lain atau barang bisa rusak karena goncangan. Packing tambahan bisa menjadi solusi untuk memastikan barang sampai dengan aman tanpa kerusakan, misalnya adalah packing kayu.

3. Barang Tertahan di Bea Cukai

hambatan pengiriman barang

Ada banyak penyebab kenapa barang bisa tertahan di bea cukai. Penyebabnya bisa dibagi menurut tingkatannya, ada yang parah dan rendah. Contoh barang yang bisa ditahan di bea cukai adalah karena barang tersebut dilarang impor ke Indonesia. Penyebab lainnya adalah karena barang yang dikirim tidak memiliki kelengkapan dokumen. Hal yang disebutkan di atas bisa terjadi saat pengiriman barang secara internasional atau antar negara.

4. Kesalahan Mengisi Data Penerima Barang

hambatan dan permasalahan pengiriman barang

Tulis dengan cermat, bila perlu cek kembali apakah penulisan data penerima barang sudah benar atau belum. Pasalnya, jika Anda lalai dalam menulis, maka kurir akan kesulitan menemukan alamat penerima. Sebagai solusi, kurir bisa bertanya lewat telepon kepada pengirim maupun penerima. Namun hal ini tentu akan membuat estimasi waktu pengiriman menjadi lebih lama.

5. Barang Tertahan di Gudang Ekspedisi

hambatan dan permasalahan pengiriman barang

Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Contohnya adalah karena momen tertentu yang menyebabkan penumpukan barang digudang. Selain itu, penyebab lainnya adalah adanya bencana alam yang membuat kurir tidak bisa mengantar barang sehingga tertahan di gudang ekspedisi.

Kurir yang lambat dalam bekerja dan kurangnya kredibilitas dari jasa ekspedisi bisa juga menjadi penyebab dari masalah tersebut. Maka, bagi yang ingin mengirim barang, wajib untuk mengecek profesionalitas jasa tersebut dan bagaimana reputasinya.

6. Kondisi jalan yang Rusak dan Adanya Kemacetan

hambatan dan permasalahan pengiriman barang

Pengiriman barang ke daerah yang terpencil biasanya akan menemui hambatan berupa jalan yang rusak. Kondisi jalan ini sulit untuk dilalui oleh truk besar, fuso, tronton hingga wingbox. Sedangkan untuk pengiriman barang di perkotaan bisa menemui kemacetan sehingga menghambat pengiriman.

Untuk meminimalisir hambatan dan permasalahan pengiriman barang tersebut, maka temukan jasa pengiriman yang berpengalaman. Kargo Murah adalah pilihan yang tepat yang juga memberikan tarif murah dna garansi.

Share on Whatsapp

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.